Saat kebanyakan orang mengenal Valentine’s Day sebagai hari kasih sayang yang dirayakan setiap 14 Februari, masyarakat Tionghoa punya hari cinta versi mereka sendiri yang tak kalah romantis — Qi Xi Festival (七夕) atau dikenal juga sebagai Chinese Valentine’s Day. Dirayakan pada hari ke-7 bulan ke-7 dalam kalender lunar, Qi Xi memiliki kisah cinta legendaris yang telah menginspirasi generasi demi generasi selama lebih dari dua milenium.

Legenda Cinta Gembala dan Bidadari

Qi Xi Festival berakar dari kisah klasik antara Zhi Nü (织女), seorang bidadari penenun dari langit, dan Niu Lang (牛郎), seorang penggembala sapi biasa di bumi. Mereka jatuh cinta dan menikah secara diam-diam, yang membuat Dewi Langit murka. Sebagai hukuman, mereka dipisahkan oleh Sungai Langit (yang dikenal sebagai Galaksi Bima Sakti), dan hanya diizinkan bertemu setahun sekali, yaitu pada malam Qi Xi, ketika sekawanan burung murai membentuk jembatan bagi mereka.

Makna Festival

Qi Xi bukan hanya soal cinta romantis, tapi juga simbol kesetiaan, pengorbanan, dan harapan. Bagi masyarakat Tionghoa, ini adalah momen untuk mendoakan hubungan yang langgeng dan saling setia. Di masa lampau, para gadis akan menunjukkan keahlian menjahit dan menenun — sebuah simbol dari kecerdasan dan kebaikan hati yang diasosiasikan dengan Zhi Nü.

Tradisi Modern

Di zaman modern, Qi Xi dirayakan mirip dengan Valentine’s Day versi Barat:

  • Pasangan saling bertukar hadiah seperti bunga, cokelat, atau kartu cinta.
  • Banyak restoran dan tempat wisata menawarkan paket romantis.
  • Ada pula pertunjukan drama atau opera berdasarkan legenda Niu Lang dan Zhi Nü.
  • Di beberapa daerah, kuil-kuil mengadakan doa bersama untuk hubungan yang harmonis.

Namun begitu, akar budaya dan makna spiritualnya tetap kuat, membuat Qi Xi terasa lebih dalam daripada sekadar hari kasih sayang.

Kapan Qi Xi Dirayakan?

Tanggal Qi Xi berubah setiap tahun karena mengikuti kalender lunar. Di tahun 2025, Qi Xi jatuh pada tanggal 25 Agustus.

 

Cinta yang Tak Lekang oleh Waktu

Qi Xi mengajarkan bahwa cinta sejati tak mengenal batas ruang dan waktu. Meski dipisahkan oleh galaksi, Zhi Nü dan Niu Lang tetap setia — hanya untuk bisa bertemu sekali setahun. Di era yang serba instan ini, kisah mereka menjadi pengingat bahwa kesetiaan, pengorbanan, dan harapan adalah inti dari cinta yang abadi.

Referensi:

·         China Highlights – Artikel tentang sejarah dan perayaan Qixi Festival.

·         China Daily – Ulasan budaya mengenai legenda dan tradisi Qi Xi.

·         BBC Travel – Laporan khusus tentang kisah asli di balik Chinese Valentine’s Day.

The World of Chinese – Analisis mendalam tentang makna filosofis dan sosial Qi Xi Festival.

Artikel Lainnya

Kuliner Peranakan

Qi Xi Festival: Hari Kasih Sayang Ala Tiongkok yang Penuh Makna

Kuliner Peranakan

Menelusuri Jejak Peranakan: 5 Tempat Wisata Budaya Tionghoa di Indonesia

Kuliner Peranakan

Sejarah Peranakan Tionghoa di Indonesia: Warisan yang Terlupakan namun Kaya