Sejarah dan Latar Belakang
Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (ASPERTINA) adalah sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada pelestarian dan pengembangan budaya Peranakan Tionghoa di Indonesia. Berbasis di Jakarta dan didirikan pada tanggal 28 Oktober 2011, ASPERTINA hadir dengan visi mulia: menjadikan budaya Peranakan Tionghoa sebagai bagian yang hidup, relevan, dan integral dari kekayaan budaya bangsa Indonesia.
Latar Belakang
Budaya Peranakan Tionghoa merupakan hasil akulturasi unik antara budaya Tionghoa dengan budaya lokal Nusantara yang telah berlangsung selama berabad-abad. Perpaduan ini melahirkan kekayaan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti:
Seni dan pertunjukan tradisional; seperti barongsai, wayang potehi, dan musik keroncong peranakan. Kuliner khas; seperti laksa, kue keranjang, dan masakan nyonya. Arsitektur rumah dan perabot yang memadukan gaya Tionghoa dengan sentuhan lokal. Busana dan kain tradisional, seperti kebaya encim dan batik dengan motif oriental. Tradisi spiritual dan upacara; yang memadukan adat Tionghoa dengan kebiasaan lokal.
Sayangnya, seiring perkembangan zaman, budaya ini mengalami tantangan serius. Banyak generasi muda yang menganggap budaya Peranakan sebagai sesuatu yang kuno dan tidak relevan. Ditambah lagi, masa-masa kelam dalam sejarah Indonesia yang sempat melarang ekspresi budaya Tionghoa turut berkontribusi pada lunturnya identitas budaya ini.
Visi dan Misi
Visi Aspertina
Menjadi organisasi terdepan dalam pelestarian dan pengembangan budaya Peranakan Tionghoa Indonesia yang berkontribusi positif bagi keberagaman budaya bangsa.
Misi Aspertina
ASPERTINA lahir dari keprihatinan akan pudarnya pengetahuan dan apresiasi terhadap budaya Peranakan, terutama di kalangan generasi muda. Organisasi ini berkomitmen untuk:
- Melestarikan dan menghidupkan kembali warisan budaya Peranakan Tionghoa melalui pendekatan modern dan edukatif.
- Menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya di kalangan anak-anak muda keturunan Tionghoa.
- Membangun jejaring antar komunitas budaya Peranakan di Indonesia dan mancanegara.
- Mengembangkan program-program pembinaan budaya untuk generasi muda
Susunan Pengurus
- KETUA: Andrew A. Susanto
- SEKRETARIS: Budiman Tanah Djaya
- BENDAHARA: Sutinah
- BIDANG KOMUNIKASI DAN HUMAS: Hendri Hiu
- BIDANG KAJIAN DAN PELESTARIAN BUDAYA: Budiman Tanah Djaya
- BIDANG MEDIA & PUBLIKASI: A. Harris Firmansyah
- BIDANG LEGIATAN PUBLIK DAN ACARA: Ferdinand Hendriano
- BULETIN ASPERTINA: Rebecca Artha Muljadi
- BIDANG HUBUNGAN LUAR NEGERI: Hendi Cahya Handadi
Program dan Kegiatan
Festival Budaya
ASPERTINA rutin menyelenggarakan beberapa acara festival budaya yang menjadi ajang perayaan kekayaan budaya Peranakan Tionghoa. Festival ini menampilkan beragam unsur budaya, seperti pertunjukan seni tari dan musik tradisional, pameran kuliner khas Peranakan, peragaan busana kebaya encim, hingga bazar kerajinan tangan.
Dokumentasi Sejarah
Sebagai bagian dari upaya pelestarian jangka panjang, ASPERTINA aktif dalam proyek pengumpulan, dokumentasi, dan digitalisasi sejarah komunitas Peranakan Tionghoa. Kegiatan ini mencakup pengarsipan foto-foto lama, catatan keluarga, benda pusaka, hingga cerita lisan yang diwariskan antar generasi.
Edukasi Seni Tradisional
ASPERTINA juga mengadakan berbagai edukasi seni dan kerajinan tradisional sebagai bentuk pelestarian keterampilan khas Peranakan. Beberapa di antaranya adalah membatik motif encim, membuat aksesori tradisional, tari-tarian klasik yang berkembang di lingkungan Peranakan.
Kunjungan Situs Budaya Peranakan
ASPERTINA juga menyelenggarakan acara kunjungan ke situs-situs budaya Peranakan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, seperti Glodok (Jakarta), Lasem, Semarang, dan Singkawang. Kegiatan ini dirancang sebagai pengalaman edukatif dan wisata budaya yang memperkenalkan sejarah komunitas Peranakan secara langsung di lokasi tersebuat.
Edukasi Komunitas
Sebagai wadah pengetahuan, ASPERTINA secara berkala menyelenggarakan seminar, diskusi publik, dan sesi presentasi yang membahas sejarah, identitas, serta dinamika budaya Peranakan Tionghoa dalam konteks Indonesia modern. Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang—sejarawan, budayawan, akademisi, hingga tokoh masyarakat
Hubungi Kami
Jika Anda tertarik untuk mengenal lebih jauh atau ingin berkolaborasi, ASPERTINA membuka diri untuk semua kalangan—baik yang berasal dari komunitas Peranakan maupun masyarakat umum yang mencintai keberagaman budaya Indonesia.
